Tuesday, July 6, 2021

Latihan Soal Gizi (Fokus Soal Gizi Ibu Hamil) Tahun 2021 / 2022 Edisi 48

Latihan Soal  Gizi (Fokus Soal Gizi Ibu Hamil) Tahun 2021 / 2022 Edisi 48


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 48 Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan. Selamat belajar yaa


Latihan Soal  Gizi (Fokus Soal Gizi Ibu Hamil) Edisi 48


Berikut ini terdapat 7 buah soal latihan Gizi pada ibu hamil disertai kunci jawabannya


1. Beberapa manfaat omega 3 pada kehamilan kecuali..

A. Mengurangi resiko kelahiran prematur
B. Meningkatkan kemampuan anak dalam belajar membaca
C. Mengurangi resiko penyakit jantung di kemudian hari
D. Mengurangi keputihan

Jawaban : D. Mengurangi keputihan
Pembahasan:
Beberapa manfaat Omega 3 bagi ibu hamil selain itu, yaitu:
  1. Memperkecil risiko kelahiran prematur.
  2. Mengurangi risko bayi memiliki alergi.
  3. Mengurangi risiko penyakit jantung baik bagi ibu dan bayi.
  4. Meningkatkan kemampuan anak membaca.
  5. Mengurangi risiko ibu terkena baby blues, yaitu gejolak kondisi mental ibu pasca melahirkan



2. Berapakah jumlah protein yang direkomendasikan yang harus dikomsumpsi oleh ibu hamil?

A. 5-6g/hari 
B. 7-8g/hari
C. 1-2g/hari
D. 3-4g/hari

Jawaban : A. 5-6g/hari



3. DHA (decosahexaenoic acid) berasal dari komponen yang mana?

A. Lemak
B. Protein
C. Vitamin
D. Mineral

Jawaban : A. Lemak
Pembahasan:
Asam lemak tak jenuh dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  1. Monounsaturated. Asam lemak ini memiliki satu ikatan rangkap. Misalnya asam oleat (omega 9).
  2. Polyunsaturated. Asam lemak ini memiliki dua atau lebih ikatan rangkap. Contohnya adalah omega 6 (asam lenoleat, Conjugated Linoleic Acid (CLA), Glucopyranocyl Lipid Adjuvant (GLA), dan asam arachidonat) dan omega 3 (asam linolenat, Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA)).
  3. Eicosanoid.


4. Apakah komplikasi pada kehamilan jika ibu hamil kekurangan zat besi?

A. Anemia defisiensi besi
B. Perdarahan post partus
C. Hydrosalping
D. Kehamilan Ektopik Terganggu

Jawaban : A. Anemia defisiensi besi
Pembahasan:
Pengaruh anemia pada kehamilan. Risiko pada masa antenatal berat badan kurang, plasenta previa, eklampsia, ketuban pecah dini, anemia pada masa intranatal dapat terjadi tenaga untuk mengedan lemah, perdarahan intranatal, syok, dan masa pascanatal dapat terjadi subinvolusi.




5. Memakan daging mentah bisa menyebabkan kemungkinan berikut yang membawa mudarat kepada wanita hamil kecuali

A. Toxoplasmosis
B. Kecacingan
C. Gastroenteritis
D. Obesitas

Jawaban : D. Obesitas
Pembahasan:
Cukup jelas



6. Konsumsi kafeine yang berlebihan bisa menyebabkan ibu hamil mengalami 

A. Endometriosis
B. Keguguran kandungan dan premature
C. Hyperemesis gravidarum
D. Kehamilan ektopik

Jawaban : B. Keguguran kandungan dan premature
Pembahasan:
Konsumsi kafein yang berlebihan (artinya minum tiga atau lebih cangkir kopi atau teh setiap hari selama trimester pertama) juga dikaitkan dengan beberapa efek samping di antaranya:
  1. Menimbulkan risiko berat bayi rendah, mengalami gangguan kesehatan saat dilahirkan dan meningkatkan risiko keguguran.
  2. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung bayi.
  3. Memiliki efek metabolik yang serupa dengan hormon stres adrenalin, yang secara teoritis dapat mengurangi aliran darah ke rahim.
  4. Mempunyai efek diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mungkin bisa menyebabkan dehidrasi.
  5. Mengurangi penyerapan zat besi dari makanan dalam makanan selama kehamilan.
  6. Menyebabkan rasa gelisah, mengalami gangguan pencernaan atau sulit tidur.



7. Ibu hamil haruslah memperhatikan jumlah kalori yang diperlukan mengikut kesesuaian 

A. Lingkar pinggang
B. Berat badan
C. Indeks massa tubuh
D. Lingkar lengan atas

Jawaban : C. Indeks massa tubuh
Pembahasan:
Cukup jelas



Demikianlah teman-teman semuanya artikel dengan judul CLatihan Uji Kompetensi Gizi Terbaru Tahun 2021 / 2022 Edisi 47. Semoga apa yang kami sajikan diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman ukom-gizi.blogspot.com semunaya, sampai jumpa lagi ya dengan latihan soal berikutnya.

Monday, May 17, 2021

Latihan Uji Kompetensi Gizi Terbaru Tahun 2021 / 2022 Edisi 47

Latihan Uji Kompetensi Gizi Terbaru Tahun 2021 / 2022 Edisi 47


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 3 Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan. Selamat belajar yaa


Latihan Uji Kompetensi Gizi Terbaru Tahun 2021 / 2022 / 2023 / 2024 / 2025Edisi 47
Latihan Uji Kompetensi Gizi


Berikut kami sajikan latihan soal Uji Kompetensi dan Latihan Soal tes-Tes Ujian Bidang Gizi disertai kunci jawabannya


1. Di satu area kerja posyandu terdapat 70 orang bayi dan balita. Sebanyak 69 orang memiliki KMS. Di bulan Maret 45 orang ditimbang dan hanya 26 orang yang naik berat badannya.  

Berapa nilai K/S pada posyandu tersebut?

A. 37%
B. 58%
C. 64%
D. 65%
E. 99%

Jawaban : E. 99%
Pembahasan :
Liputan Program ( K/S )
Liputan program merupakan indikator mengenai kemampuan program untuk menjangkau balita yang ada di masing – masing wilayah, diperoleh dengan cara menghitung perbandingan antara jumlah balita yang terdaftar dan memiliki KMS dengan seluruh jumlah balita yang ada di wilayah kerja Posyandu.
Rumus :
Liputan Program = K/S X 100%
K/S = 69/70 x 100% = 99%

Referensi : Depkes RI. Panduan Posyandu



2. Suatu rumah sakit berkapasitas 800 tempat tidur dan memiliki fasilitas dan pelayanan medik 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang dasar, 8 spesialis lainnya serta 2 subspesialis dasar. Pelayanan gizi di rumah sakit ini dikelola sendiri. Makanan diporsikan langsung pada plato di dapur utama sebelum dibagikan pada pasien. 

Berapa luas ruangan instalasi gizi yang ideal pada kasus di atas?

A. 750 m2
B. 1.000 m2
C. 1.250 m2
D. 1.500 m2
E. 1.750 m2

Jawaban : B. 1.000 m2

Referensi : Depkes RI. 2006. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit



3. Suatu rumah sakit berkapasitas 800 tempat tidur dan memiliki fasilitas dan pelayanan medik 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang dasar, 8 spesialis lainnya serta 2 subspesialis dasar. Pelayanan gizi di rumah sakit ini dikelola sendiri. Makanan diporsikan langsung pada plato di dapur utama sebelum dibagikan pada pasien 

Apa sistem distribusi makanan yang diterapkan pada kasus di atas?

A. sentralisasi
B. desentralisasi
C. kafetaria
D. kombinasi
E. prasmanan

Jawaban : A. sentralisasi
Pembahasan :
sistem distribusi makanan ada 3,yaitu
  1. Sentralisasi
    Pembagian makanan dan penyajian pada alat makan di ruang produksi makanan.
  2. Desentralisasi
    Makanan yang akan diberikan pada pasien dibawa terlebih dahulu ke ruang perawatan pasien dalam jumlah besar, setelah itu makanan tersebut akan disajikan pada alat makan sesuai dengan diet yang dijalani pasien.
  3. Kombinasi
    Cara pendistribusian ini merupakan gabungan dari cara sentralisasi dengan desentralisasi, yaitu sebagian makanan ada yang langsung dibagikan kepada pasien dan sebagian lainnya ditempatkan pada ruang perawatan pasien (pantry )lalu setelah itu baru dibagikan pada pasien.
Referensi : Depkes RI. 2006. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit


4. Seorang laki-laki karyawan swasta berusia 55 tahun penderita PJK datang ke klinik gizi. Tinggi badan 156 cm, berat badan 75 kg. Hasil pemeriksaan terakhir biokimia darah, kolesterol total 320 mg/dl, LDL 200 mg/dl, HDL 30 mg/dl dan trigliserida 300 mg/dl.  Tekanan darah 140/90 mmHg dengan nadi dan respirasi normal namun ada keluhan rasa berdebar. 

Berapa berat badan ideal pasien pada kasus di atas?

A. 40 kg
B. 45 kg
C. 50 kg
D. 55 kg
E. 60 kg

Jawaban : C. 50 kg

Referensi : Almatsier, S. 2004. Penuntun Diet



5. Seorang laki-laki karyawan swasta berusia 55 tahun penderita PJK datang ke klinik gizi. Tinggi badan 156 cm, berat badan 75 kg. Hasil pemeriksaan terakhir biokimia darah, kolesterol total 320 mg/dl, LDL 200 mg/dl, HDL 30 mg/dl dan trigliserida 300 mg/dl.  Tekanan darah 140/90 mmHg dengan nadi dan respirasi normal namun ada keluhan rasa berdebar.

Apa bahan makanan harus dihindari oleh pasien pada kasus di atas?

A. ikan
B. ati ayam
C. otak sapi
D. putih telur
E. ayam tanpa kulit

Jawaban : C. otak sapi
Pembahasan :
  • Otak sapi Jumlah Kolesterol (mg) sekitar 2300, Kateogri Pantang 
Referensi : Almatsier, S. 2004. Penuntun Diet



Demikianlah teman-teman semuanya artikel dengan judul CLatihan Uji Kompetensi Gizi Terbaru Tahun 2021 / 2022 Edisi 47. Semoga apa yang kami sajikan diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman ukom-gizi.blogspot.com semunaya, sampai jumpa lagi ya dengan latihan soal berikutnya.

Sunday, January 3, 2021

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gizi Tahun 2021 / 2022

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gizi Tahun 2021 / 2022 Disertai Kunci jawaban dan Pemahasan


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 3 Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan. Selamat belajar yaa


Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gizi Tahun 2021 / 2022 Disertai Kunci jawaban dan Pemahasan
latihan soal Uji Kompetensi Gizi

Berikut ini ukom-gizi.blogspot.com menyajikan latihan soal Uji Kompetensi Gizi terbaru edisi 46 disertai kunci jawabannya


1. Pembuatan susu ini menyerupai proses pengolahan susu SKM yaitu pemanasan tanpa gula, penguapan, penghomogenisasi, pengalengan dan penutupan serta sterilisasi pada suhu 100-110ºC. Penyimpanannya membutuhkan suhu yang dingin ataupun pada suhu 30ºC.

Produk susu apakah yang dimaksud?

A. Susu pasterisasi
B. Susu bubuk
C. Susu Evaporasi
D. Susu UHT
E. Susu skim

Jawaban : C. Susu Evaporasi
Pembahasan : Susu Evaporasi adalah susu tanpa pemanis yang diawetkan dalam kaleng. Susu Evaporasi menyerupai proses pengolahan susu SKM yaitu pemanasan tanpa gula, penguapan, penghomogenisasi, pengalengan dan penutupan serta sterilisasi pada suhu 100-110ºC. 



2. Konsumen mengeluh rasa ikan bakar yang disajikan di Restoran XYZ terlalu asin. Ternyata koki yang memiliki spesialisasi masakan ikan bakar tidak masuk pada hari itu. Sehingga menu ikan bakar dimasak oleh koki lain. Di dapur telah tersedia telepon dan sebelum disajikan makanan tersebut telah dicicip oleh sang koki.

Apakah penyebab kejadian tersebut?

a. koki utama tidak masuk kerja
b. semua koki tidak memiliki kompetensi yang sama
c. tidak ada bagian quality control
d. tidak ada komunikasi antara koki dan asisten koki
e. tidak ada standar resep

Jawaban : e. tidak ada standar resep
Pembahasan : Cukup jelas, di restoran XYZ tidak ada standar khusus dalam membuat masakan ikan bakar



3. Ahli gizi akan mempersiapkan belanja untuk besok, salah satu menu VVIP yang akan disiapkan adalah Asem Ikan Patin. Jumlah pasien VVIP adalah 10 orang. Ukuran standar porsi ikan per pasien adalah 75 gram. Jika BDD ikan adalah 75%,

Berapakah jumlah Ikan yang dibutuhkan untuk seluruh pasien VVIP?

a. 1000 gram
d. 2500 gram
b. 1500 gram
e. 500 gram
c. 2000 gram

Jawaban : a. 1000 gram
Pembahasan : BDD (Berat Dapat Dimakan)
X = standar porsi x jumlah orang / BDD
X = 75 x 10 / 0.75
X = 1000 gram



4. Ny. M didiagnosa dokter mengalami hiperkolesterolemia. Oleh sebab itu, Ny. M datang ke ahli gizi untuk berkonsultasi tentang metode memasak yang sehat, karena dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang rendah lemak.

Metode memasak yang disarankan oleh ahli gizi tersebut adalah…

a. Stir-frying
b. Deep-frying
c. Sauteing
d. Shallow-frying

Jawaban : e. Steaming
Pembahasan ; Steaming atau mengukus adalah teknik memasak bahan makanan dengan uap air mendidih.



5. Di Rumah Sakit “Sehat”, setiap 6 bulan sekali dilakukan evaluasi menu dengan melihat jumlah sisa makanan pasien di piring. Analisis yang dilakukan menggunakan metode Comstock.

Apakah nama metode evaluasi yang digunakan?

a. 24 hour recall
b. Plate waste
c. Self Reported Consumption
d. Visual plate waste
e. Weighed plate waste

Jawaban : d. Visual plate waste
Pembahasan : Comstock (cara visual) atau Visual plate waste adalah metode penilaian konsumsi makan dengan cara visual/melihat sisa makanan pasien selama di rawat di rumah sakit.



6. Sebuah rumah sakit KL akan mendirikan kafetaria untuk menyediakan makanan bagi keluarga pasien. Manajer yang ditunjuk harus membuat format jadwal produksi untuk setiap shift. Setiap shift direncanakan akan bekerja selama 5 jam kerja.

Apakah komponen yang harus dimasukkan dalam format tersebut?

a. daftar pekerjaan yang harus dilakukan
b. jadwal shift dan daftar pekerjaan 
c. standar porsi dan jumlah menu yang diproduksi
d. petugas yang bertanggung jawab dan pembagian tugas
e. sumber resep dan standar porsi

Jawaban : c. standar porsi dan jumlah menu yang diproduksi


Demikianlah teman-teman semuanya artikel dengan judul Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gizi Tahun 2021 / 2022. Semoga apa yang kami sajikan diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman ukom-gizi.blogspot.com semunaya, sampai jumpa lagi ya dengan latihan soal berikutnya.


Saturday, September 19, 2020

Latihan Soal Gizi (Diet dan Makanan) dan Pembahasan Edisi 45 2020 / 2021

Latihan Soal Gizi (Diet dan Makanan) dan Pembahasan Edisi 45 2020 / 2021


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 45. Selamat belajar yaa


Latihan Soal Gizi (Diet dan Makanan) Edisi 45 2020 / 2021
contoh soal Ujian Gizi disertai Jawaban

Hai sahabat semuanya, kembali lagi ukom-gizi.blogspot.com hadir untuk memberikan latihan soal Gizi, berikut ini terdapat 5 buah soal disertai kunci jawaban. Semangat ya teman-teman Gizi Indonesia semuanya


1. Minuman apa yang sebaiknya tidak dihidangkan bila pak Eko dinyatakan menderita penyakit hipertensi.... 

a. Teh
b. Coklat
c. Pepsi
d. Kopi
e. Coca-cola

jawaban : d. Kopi
Pembahasan :
Ada beberapa penelitian yang telah membuktikan bahwa kafein dalam kopi dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sesaat setelah minum kopi. Kafein sendiri diyakini dapat merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan adrenalin lebih banyak. Hal ini bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, kafein juga membuat diameter pembuluh darah mengecil, sehingga turut berkontribusi terhadap naiknya tekanan darah.




2. Ny. Jumilah menderita Nefrotik Syndrome maka diet yang diberikan kepadanya adalah :....

a. TKTP
b. TPRG
c. RPRG
d. RG
e. RP

jawaban : c. RPRG
Pembahasan :
Tujuan Diit pada pendertai gagal ginjal Menurut (Roesma, 1992) :
  1. Mempertahankan keadaan gizi yang optimal agar penderita dapat
  2. Melakukan aktifitas normal.
  3. Mengurangi atau mencegah gejala sindrom uremik.
  4. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • Pada penderita dengan batu kalsium hindari protein yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu tinggi kalsium, dan makanan yang dapat meningkatkan ekskresi oksalat melalui ginjal.
  • Sementara itu, untuk jenis batu asam urat, hindari bahan makanan yang mengandung purin dan lemak tinggi seperti jerohan, sardin, kerang, makarel, bayam, daun singkong, kangkung, melinjo, serta kacang dan berbagai hasil olahannya.



3. Pak Aryo berdasarkan hasil diagnosa dokter menderita batu ginjal. Kandungan batu ginjal adalah cystem. Maka diit yang tepat diberikan adalah :

a. Diet rendah kalsium
b. Diet tinggi kalsium
c. Diet rendah asam amino yang mengandung sulfur
d. Diet rendah sisa asam
e. Diet tinggi sisa basa

jawaban : a. Diet rendah kalsium
pembahasan :
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) akan menurunkan kadar 1,25-dihidroksivitamin D dan kemudian menurunkan penyerapan kalsium di usus. Difusi pasif, penurunan ekskresi kalsium di ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang (akibat hiperparatiroidisme sekunder pada Penyakit Ginjal Kronik) dapat berujung pada peningkatan kadar kalsium darah. Salah satu komplikasi yang diakibatkan hiperkalsemia adalah kalsifikasi pembuluh darah (komplikasi kardiovaskular). Rekomendasi pemberian kalsium pada PGK tanpa dialisis adalah 800 – 1000 mg kalsium elemental (20 – 25 mmol) per hari, pada Penyakit Ginjal Kronik dengan dialisis adalah di bawah 800 mg per hari, dan pada pasien tanpa gangguan ginjal atau dengan risiko Penyakit Ginjal Kronik direkomendasikan 1000 – 1300 mg per hari (25 – 32 mmol) per hari[2].



4. Diberikan secara berangsur-angsur, keadaan akut sesudah teratasi dan perasaan mual sudah berkurang serta pada penderita penyakit kandung empedu kronis yang terlalu gemuk, merupakan gambaran klinis untuk pemberian diit rendah lemak berapa :

a. RI. I
b. RI. II
c. RI. III
d. RI. IV
e. RI. V

jawaban : b. RI. II
Pembahasan :
  1. Diit rendah Lemak I
    Makanan ini rendah dalam kalori dan semua zat-zat kecuali vitamin A dan C, dan sebaiknya hanya diberikan selama 2-3 hari saja
  2. Diit Rendah Lemak II
    Makanan diberikan dalam bentuk cincang, lunak atau biasa. Makanan ini rendah dalam kalori dan kalsium
  3. Diit Rendah Lemak III
    Makanan diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini cukup dalam kalori dan semua zat-zat gizi.



5. Penderita ulkus peptikum sebaiknya diberikan diet

a. Diet RG
b. Diet RP
c. Diet Lambung
d. Diet Jantung
e. Bebas diet

jawaban : c. Diet Lambung
Pembahasan:
Tujuan diberikannya diet lambung diantarannya menetralkan kelebihan asam lambung dengan memberikan makanan yang adekuat dan tidak merangsang.

Syarat diet lambung yaitu
  • makanan dalam bentuk lunak dan mudah dicerna,
  • hindari makanan yang merangsang lambung seperti asam, pedas, keras, terlalu panas atau dingin, 
  • porsi yang diberikan kecil yang diberikan sering,
  • dan cara pengolahannya direbus, dikukus, panggang dan tumis. 



Demikianlah artikel dari ukom-gizi.blogspot.com diatas dengan judul Latihan Soal Gizi (Diet dan Makanan) Edisi 45. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi ya teman-teman dengan latihan contoh soal Gizi lainnya.

Thursday, September 17, 2020

Latihan Soal UKOM D3 & D4 Gizi 2020 / 2021 Edisi 44

Latihan Soal UKOM D3 & D4 Gizi 2020 / 2021 Edisi 44


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 44 Selamat belajar yaa


Latihan Soal UKOM D3 & D4 Gizi 2020 / 2021 Edisi 44
Uji Kompetensi Tenaga Gizi Indonesia

Halo teman-teman semuanya, kembali lagi hadir ukom-gizi.blogspot.com untuk teman-teman semuanya, berikut ini kami sajikan latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Tenaga Gizi Lengkap disertai Kunci jawabannya.


1. Seorang remaja perempuan 18 tahun datang ke klinik gizi puskesmas dengan keluhan sering lemas, lesu, letih dan berkunang-kunang. Nilai hemoglobin 9 gr/dl, serum feritin di bawah normal dan konjungtiva tampak pucat. Tidak ada riwayat perdarahan abnormal dan kecacingan. Ahli gizi kemudian menanyakan pola makan sumber zat besi dalam 3 bulan terakhir.

Berapa ambang batas nilai normal hemoglobin untuk kasus di atas?

A. 10 gr/dl
B. 11 gr/dl
C. 12 gr/dl
D. 13 gr/dl
E. 14 gr/dl

Jawaban : C. 12 gr/dl
Referensi : WHO, 2001


2. Seorang remaja perempuan 18 tahun datang ke klinik gizi puskesmas dengan keluhan  sering lemas, lesu, letih dan berkunang-kunang. Nilai hemoglobin 9 gr/dl, serum feritin di bawah normal dan konjungtiva tampak pucat. Tidak ada riwayat perdarahan abnormal dan kecacingan. Ahli gizi kemudian menanyakan pola makan sumber zat besi dalam 3 bulan terakhir.

Berapa ambang batas kasus di atas disebut sebagai masalah kesehatan masyarakat di Indonesia?

A. > 10%
B. > 20%
C. > 30%
D. > 40%
E. > 50%

Jawaban : B. > 20%
Referensi : Depkes RI


3. Seorang remaja perempuan 18 tahun datang ke klinik gizi puskesmas dengan keluhan  sering lemas, lesu, letih dan berkunang-kunang. Nilai hemoglobin 9 gr/dl, serum feritin di bawah normal dan konjungtiva tampak pucat. Tidak ada riwayat perdarahan abnormal, kecacingan dan kelainan sel darah merah. Ahli gizi kemudian menanyakan pola makan sumber zat besi dalam 3 bulan terakhir.

Apa jenis anemia yang paling mungkin terjadi pada kasus di atas?

A. hemolitik hipokromik
B. normositik hipokromik
C. pernisiosa hipokromik
D. makrositik hiporomik
E. mikrositik hipokromik

Jawaban : E. mikrositik hipokromik
Referensi : Departemen Gizi Kesmas, 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. PT. Raja Grafindo


4. Di satu area kerja posyandu terdapat 70 orang bayi dan balita. Sebanyak 69 orang memiliki KMS. Di bulan Maret 45 orang ditimbang dan hanya 26 orang yang naik berat badannya.  

Berapa nilai D/S pada posyandu tersebut?

A. 37%
B. 58%
C. 64%
D. 65%
E. 99%

Jawaban : C. 64%
Referensi : Depkes RI. Panduan Posyandu



5. Di satu area kerja posyandu terdapat 70 orang bayi dan balita. Sebanyak 69 orang memiliki KMS. Di bulan Maret 45 orang ditimbang dan hanya 26 orang yang naik berat badannya.  

Berapa nilai N/D pada posyandu tersebut?

A. 37%
B. 58%
C. 64%
D. 65%
E. 99%

Jawaban : B. 58%
Referensi : Depkes RI. Panduan Posyandu


Demikanlah artikel dari ukom-gizi.blogspot.com diatas. Semoga artikel dengan judul Latihan Soal UKOM D3 & D4 Gizi 2020 / 2021 Edisi 44 dapat bermanfaat dan berguna bagi teman-teman semuanya, sampia jumpa lagi ya tman-teman ukom gizi.

Thursday, September 26, 2019

Latihan Soal Uji Kompetensi Gizi Indonesia pdf Beserta Jawaban Edisi 43

Latihan Soal Uji Kompetensi Gizi Indonesia pdf Beserta Jawaban Edisi 43


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 3 Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan. Selamat belajar yaa


Latihan Soal Uji Kompetensi Gizi Indonesia pdf Beserta Jawaban Edisi 43

Hai sahabat ukom-gizi.blogspot.com yang ada semuanya. Berikut ini kami telah menyiapkan sebuah contoh soal Uji Kompetensi atau UKOM Tenaga Gizi baik D3 Gizi maupun S1 Gizi yang disertai jawaban lengkap. Semangat belajarnya ya, semoga ulus UKOM semuanya


Soal

1. Laporan dalam tabel sebagai berikut

No  Contoh yang di uji Media Pertumbuhan mikroba Kolega
1 Telunjuk tangan belum dicuci Nutrient agar + + +
2 Jari tengah dicuci tanpa sabun Nutrient agar + + +
3 Jari manis dicuci dengan sabun Nutrient agar + + +

Pertanyaan soal
Apakah perilaku penjamah makanan diatas?

Pilihan jawaban
A. Tidak cuci tangan
B. Cuci tangan pakai air mengalir
C. Cuci tangan pakai air dan sabun
D. Cuci tangan pakai air dan sabun selama 20 detik
E. Cuci tangan pakai anti septic

Kunci jawaban : A. Tidak cuci tangan
Referensi : Obin Rochmawan, Sumber Kontaminasi dan teknik sanitasi, Depdiknas Jakarta, 2001.



2. Setiap tempat pembuatan makanan untuk umum dituntut melindungi kesehatan konsumen dari makanan terkontaminasi oleh penjamah, ruang pengolahan, alat masak dan bahan makanan. Untuk itu perlu uji kontaminasi.

Pertanyaan
Metode apakah untuk ambil sempel kontaminan udara ruang pengolahan

Pilihan jawaban
A. Metode cawan terbuka
B. Metode Rodac
C. Metode bilas
D. Metode oles atau (Swab)
E. Metode ractal swab

Kunci jawaban : A. Metode cawan terbuka
Referensi : Obin Rochmawan, Sumber Kontaminasi dan teknik sanitasi, Depdiknas Jakarta, 2001.



3. Semakin lengkap komposisi kimia atau gizi dari suatu bahan pangan, maka bahan pangan akan semakin mudah mengalami kerusakan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kerusakan bahan pangan adalah..

A. Aw
B. Suhu
C. Oksigen
D. Ph
E. Semua benar

Kunci jawaban : A. Blanching dan perendaman larutan garam



4. Browning pada makanan dapat terjadi secara kimia dan enzimatik. Secara kimia terjadi reaksi Maillard, sedangkan secara enzimatik terjadi karena adanya aktifitas enzim. Cara yang tepat untuk menghindari browning pada sayuran dapat dilakukan dengan...

A. Blanching dan perendaman larutan garam
B. Perendaman air kapur
C. Pendinginan
D. Blanching saja
E. Semua salah

Kunci jawaban : A. Blanching dan perendaman larutan garam


Sumber Gudang soal latihan UKOM Tenaga Gizi Indonesia 

Note : Silahkan baca Latihan dan Contoh Soal Uji KOmpetensi Gizi ke website : https://ukom-kesmas.blogspot.com

Baikalh teman-teman sahabat semuanya, mungkin cukup sekian dulu perjumpaan kita kali ini. Semoga artikel kami dengan judul yaitu Latihan Soal Uji Kompetensi Gizi Indonesia pdf Beserta Jawaban Edisi 43 dapat membatu teman-teman dalam belajar dan berlatih serta menjawab soal Uji Kompetensi atau UKOM Ahli Gizi S1 maupun D3 Tenaga Gizi. Terimakasih atas kunjungannysa, sampai jumpa lagi ya teman-teman.

Wednesday, September 25, 2019

Contoh Soal Teoritis (Diet) Ilmu Gizi Edisi 42

Contoh Soal Teoritis (Diet) Ilmu Gizi Edisi 42


Dibawah ini telah kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) bagi Tenaga Gizi baik Akademi Gizi, Ahli Madya Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Nutritionist, atau Ahli Gizi, ahli gizi yang berkualitas seperti sarjana tingkat 1 di Ilmu Pangan, Kesehatan Masyarakat, Pangan dan Gizi, atau Teknologi Pangan Edisi ke 42 Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan. Selamat belajar yaa


Contoh Soal Teoritis (Diet) Ilmu Gizi Edisi 42

Hai semuanya, kembali lagi ukom-gizi.blogspot.com memberikan sebuah latihan soal-soal untuk teman-teman semuanya, berikut ini kami sajikan sebuah latihan soal teoritis mengenai Ilmu gizi tentang diet


1. Pada tahap transisi pemberian protein sebesar ?

a. 1- 2 gram/BB
b. 2 - 3 gram/BB
c. 1- 1,5 gram/BB
d. 3 – 4 gram /BB

Jawaban : b. 2 - 3 gram/BB



2. Berat badan pada penderita KEP sulit meningkat dikarenakan ?

a. Infeksi,sehingga penyerapan makanan tidak sempurna
b. Bawaan orang tua
c. Sosial ekonomi keluarga
d. Asupan yang kurang

Jawaban : a. Infeksi,sehingga penyerapan makanan tidak sempurna



3. Diet pada pasien gagal ginjal adalah, kecuali

a. Rendah Protein
b. Rendah Garam
c. Rendah Kalium
d. Rendah Purin

Jawaban : d. Rendah Purin



4. Bahan makanan yang tidak boleh diberikan untuak pasien gagal ginjal adalah

a. Bayam
b. Wortel
c. Labu cina
d. Gambas / Onyong

Jawaban : a. Bayam


Sumber Gudang soal latihan UKOM Tenaga Gizi Indonesia 


Note : Silahkan baca Latihan dan Contoh Soal Uji Kompetensi Gizi ke website : https://ukom-kesmas.blogspot.com

Baiklah teman-teman semuanya,s emoga artikel kami dengan judul yaitu Contoh Soal Teoritis (Diet) Ilmu Gizi Edisi 42 dapat membatu dan juga bermanfaat bagi teman-teman Gizi Indonesia semuanya. Sampai jumpa dengan edisi soal gizi berikutnya yaa.